Faktor Pemicu Besarnya Biaya Premi Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

Mungkin dari Anda semua telah sering mendengar kata premi asuransi khususnya bagi para nasabah asuransi. Untuk yang belum tahu, premi asuransi itu merupakan sejumlah uang yang harus dibayar kepada pihak asuransi sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama. Membayar premi asuransi sangat penting bagi para nasabah asuransi. Setelah mengetahui pengertian dari premi asuransi, berikut ini akan dibahas mengenai faktor pemicu besarnya biaya premi asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Ini dia pemicu besarnya biaya premi asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Perokok aktif

Rokok merupakan salah satu kebiasaan yang sulit untuk dihentikan kebanyakan orang terutama perokok aktif. Merokok merupakan kebiasaan yang dapat merusak kesehata. Dibalik itu semua, ternyata buat Anda yang ingin membeli asuransi kesehatan dan asuransi jiwa masalah satu ini dapat mempengaruhi jumlah premi yang harus dibayar. Bagi para perokok aktif yang memutuskan membeli asuransi kesehatan dan asuransi jiwa untuk melindungi diri, maka Anda harus siap-siap untuk mengelurakan biaya yang cukup besar. Pasalnya perokok aktif dapat menjadi pemicu premi asuransi keduanya besar. Semua ini dikarenakan orang yang terbiasa merokok (perokak aktif) akan lebih mudah terserang penyakit dibandingkan tidak merokok. Untuk itu, tidak ada salahnya mulai dari sekarang mengurangi rokok agar sehat dan dapat membuat premi lebih murah.

Penyakit yang diderita

Masalah penyakit yang diderita juga dapat menjadi pemicu besarnya biaya premi yang harus dibayar. Ada beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan biaya premi menjadi mahal. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Penyakit asma

Penyakit asma bisa dikatakan sebagai penyakit yang datang tiba-tiba muncul karena penyakit ini bisa dikatakan penyakit bawaan. Maka dari itu, jika Anda menderita penyakit ini maka hal yang wajar jika biaya premi kedua asuransi ini besar.

  1. Kanker

Kanker merupakan penyakit yang cukup berbahaya sehingga perusahaan asuransi akan memutuskan bagi penderita kanker atau sudah menderita kanker untuk membayar premi tinggi. Selain itu, biasanya bagi yang mengalami penyakit satu ini memiliki tambahan seperti ada jangka waktu 5 hingga 7 tahun sebelum calon nasabah dapat membeli asuransi jiwa.

  1. Depresi

Biasanya calon nasabah yang menderita depresi dapat memicu premi asuransi kesehatan dan jiwa mahal.

  1. Riwayat keluarga

Jika ada salah satu keluarga yang memiliki riwayat kesehatan yang serius, ini dapat juga menyebabkan premi asuransi menjadi besar.

Obesitas

Memiliki tubuh gemuk atau obesitas merupakan salah satu tanda bahwa hidup bahagiah. Namun, dibalik tubuh yang gemuk biasanya terdapat banyak masalah kesehatan. Banyaknya orang yang memiliki tubuh gemuk lebih mudah terkena penyakit. Dengan begitu, obesitas dapat menjadi faktor pemicu besarnya biaya premi yang harus dibayar di saat membeli asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Oleh karena itu, sebaiknya jaga berat badan Anda agar lebih sehat dan ketika beli dua asuransi ini biaya premi akan lebih murah.

Resiko pekerjaan

Pekerjaan merupakan tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan baik meskipun harus terjun langsung kelapangan yang memiliki resiko cukup besar. Jika Anda berprofesi sebagai seorang penambang emas, batubara, pengebor minyak, pilot, pramugari, atau bekerja dengan resiko yang cukup tinggi lainnya, maka inilah yang harus membuat Anda membayar kedua premi asuransi ini besar.

Demikianlah yang dapat menjadi faktor pemicu besarnya biaya premi asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Meskipun besar, ini semua sesuai dengan resiko yang harus ditanggung oleh pihak asuransi.